Selasa, 27 Desember 2011

Aksi Bullying Semakin Merajalela


Sudah lama saya membaca tentang “Bullying”, namun baru sekarang saya berani untuk membahasnya di blog sederhana ini. Inilah alasan saya membuat artikel tentang “bullying” ini:

Untuk jumlah pengaduan yang masuk, peningkatannya mencapai 98 persen pada tahun 2011, yaitu 2.386 pengaduan dari 1.234 laporan pada tahun 2010. Kasus kekerasan seksual juga meningkat menjadi 2.508 kasus pada 2011, meningkat dari data tahun 2010 sebanyak 2.413 kasus. Sebanyak 1.020 kasus atau setara 62,7 persen dari angka tersebut adalah kasus kekerasan seksual yang dilakukan dalam bentuk sodomi, pemerkosaan, pencabulan, dan inses. Selebihnya adalah kekerasan fisik dan psikis.

bullyingData di atas merupakan hasil dari Pusat Data dan Informasi, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Menurut Sekretaris Jenderal Komnas PA Samsul Ridwan, angka kekerasan pada tahun 2011 menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan sekaligus mengkhawatirkan dari tahun sebelumnya.

Sebelumnya, tahukah kamu apa “Bullying” itu????

Bullying merupakan kata imbuhan dari kata dasar “Bully”, yang artinya penggertak, orang yang mengganggu orang lemah. Selanjutnya, Bullying adalah suatu tindakan yang dikerjakan secara “berulang-ulang” oleh seseorang ataupun beberapa orang kepada orang lain.

Pelaku bullying ini biasanya memiliki karateristik tertentu. Karakteristik ini Umumnya mereka adalah anak-anak yang berani, tidak mudah takut, dan memiliki motif dasar tertentu. Motif utama yang biasanya sering ditemui pada pelaku Bully adalah adanya agresifitas. Selanjutnya, motif lain yang juga bisa dimiliki pelaku Bully adalah adanya rasa rendah diri dan kecemasan yang berlebihan sehinggga mereka membentuk pertahanan diri (defense mechanism) dengan cara yang berlebihan pula, misalnya mengejek, menggosipkan, dan membentak orang lain. Menurut seorang Perawat Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, Winda Ratna Wulan, yang kini menyelesaikan tesisnya tentang bullying di Universitas Indonesia menuturkan, bullying adalah perilaku yang dirasakan baik secara verbal maupun nonverbal atau perilaku yang dirasakan oleh korban sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan. ”Misalnya digosipkan, diejek, dikucilkan, dibentak, didiskriminasi, dan diberi tugas di luar kewajaran,” kata Winda.

Selanjutnya, beliau menambahkan mengenai korban bully,

”Karakter yang umum di-bully ada dua. Yang pertama orang yang populer, supel, banyak disukai, dan pintar. Pokoknya, punya kelebihan dibandingkan orang lain. Yang kedua adalah karakter yang berbeda dari orang lain, misalnya kurang pandai, gemuk, pendek, dan tidak berdaya. Bisa juga kaum minoritas, yaitu yang dianggap berbeda, misal suku tertentu atau agama tertentu,” ungkap Winda.

Dari ungkapan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa bully ini dapat disebabkan oleh perbedaan dan kesenjangan sosial yang tumbuh secara negatif di kalangan masyarakat. Pelaku bully akan senantiasa mengganggu orang lain yang dia anggap “lemah” ataupun berbeda dengan dia, misalnya korban lebih pintar, lebih “kaya”, lebih banyak disukai orang, dan lain-lain. Hal ini mampu dilakukan oleh si pelaku bullying karena dia merasa atau memang secara jelas memiliki “Power” tertentu pada suatu tempat. “Power” disini tidak hanya berarti kekuatan fisik, namun dapat juga berarti kekuatan sosial, kekayaan, dan gengsi. Oleh sebab itulah, apabila ada orang lain yang berbeda atau mengancam “Power”nya tersebut, si pelaku bullying tidak segan-segan mem-bully si korban.

Tindakan yang diambil oleh pelaku bullying dapat berupa tindakan fisik, psikologis, verbal, maupun seksual. Contoh dari tindakan fisik adalah dipukul, dicubit, dijegal, dan lain-lain. Contoh dari tindakan psikologis adalah dipermalukan di depan umum, dipanggil dengan nama cemoohan, dihasut, difitnah, barang-barangnya disembunyikan, dan lain-lain. Contoh dari tindakan verbal adalah dicaci maki langsung, diteror (baik melalui telepon, sms, ataupun melalui social network seperti Facebook, Twitter dan lain-lain). Secara seksual bisa terjadi dari yang paling ringan dicolek-colek, sampai yang paling parah diperkosa. Apapun bentuk Bully yang dilakukan sesorang pada orang lain, tujuannya adalah sama, yaitu untuk "menekan" korbannya, dan mendapat kepuasan dari perlakuan tersebut. Pelaku puas melihat ketakutan, kegelisahan, dan bahkan sorot mata permusuhan dari korbannya.

Dampak tindakan bullying pada si korban sangat berbahaya, yaitu  dapat menimbulkan gangguan psikis berupa stres, susah makan, sakit fisik, ketakutan, rendah diri, depresi, cemas, dan lainnya. Apalagi Bully biasanya berlangsung dalam waktu yang lama (tahunan) sehingga sangat mungkin mempengaruhi korban secara psikis. Sebenarnya selain perasaan-perasaan di atas, seorang korban Bully juga merasa marah dan kesal dengan kejadian yang menimpa mereka. Ada juga perasaan marah, malu dan kecewa pada diri sendiri karena "membiarkan" kejadian tersebut mereka alami. Namun mereka tak kuasa "menyelesesaikan" hal tersebut, termasuk tidak berani untuk melaporkan pelaku pada orang dewasa karena takut dicap penakut, tukang ngadu, atau bahkan disalahkan.

Mengerikan sekali bukan. Namun, tindakan bullying ini sangat sulit untuk dikendalikan. Hal ini disebabkan oleh terkadang korban merasa tidak sedang mendapat tindakan bullying. Selain itu juga karena lingkungan masih menganggap bullying sebagai hal wajar.

Yang lebih mengerikan dan membahayakan adalah Siklus Bully. Siklus bully merupakan salah satu akibat dari bully yang sangat fatal. Siklus bully ini terjadi apabila ada korban yang menyimpan dendam atas perlakuan yang telah ia dapatkan. yang selanjutnya, bukan tak mungkin, korban Bully, menjadi pelaku Bully pada orang lain yang ia pandang sesuai dengan tujuannya, yaitu untuk mendapat kepuasan dan membalaskan dendam. Ada proses belajar yang sudah ia jalani dan ada dendam yang tak terselesaikan. Kasus di sekolah-sekolah, dimana kakak kelas melakukan Bully pada adik kelas, dan kemudian Bully berlanjut ketika si adik kelas sudah menjadi kakak kelas dan ia kemudian melakukan Bully pada adik kelasnya yang baru, adalah contoh dari pola Bully yang dijelaskan di atas.

Bullying adalah masalah besar. Bullying adalah tindakan kekerasan dan melanggar norma, yang akan semakin meningkat dengan berkembangnya usia si pelaku (Bully). Bukan suatu hal yang baru bagi kita bila mendengar ada anak yang cedera bahkan meninggal di sekolah dan kampus akibat orientasi yang berlebihan.

“Bagi si pelaku Bully… ada sebuah data statistik yang menyebutkan bahwa 1 dari 4 anak yang dulu melakukan bullying pada usia sekolah memiliki catatan kriminal sebelum mereka menginjak usia 30. Sebagian dari mereka menjalani hidupnya sebagai sampah masyarakat, terasing dari lingkungan dan teman-temannya, gagal merintis karir dalam hidupnya, atau bahkan gagal dalam hidupnya….”

Nah, karena tindakan Bully ini terkadang dianggap hal yang wajar, maka bagi kita seorang calon guru ataupun yang sudah dewasa, jangan terlalu cepat mengambil keputusan apabila ada seseorang yang melapor telah di-bully kepada kita. Dan jangan terlalu mudah percaya terhadap seseorang yang menceritakan tentang sifat dan kelakuan orang lain kepada kita. Yang perlu kita lakukan adalah review dan telaah secara bijak. Karena, para korban atau pelaku bully datang kepada kita karena menganggap kita merupakan orang yang penting dan mampu. Untuk itulah, bersikap bijaksanalah dalam menghadapi sesuatu hal dan selalu memohon perlindungan kepada Allah.

Wallahu’alam bis Shawab..

Hendra Yulisman

About The Author:

Hendra Yulisman is the Author of Sky of Shiroi Kiba. Sharing experience and knowledge is a principle that I want to develop, with the hope can be useful for others as long as it had a commitment.
You can find me on Facebook, Twitter, or Google+.
I am very happy if you want to Subcribe your Email to Get Daily Update

or Feed Rss.

Maybe you're interested with this



0 Comments
Tweets
Comments

0 comments:

Any Questions???

If you encounter difficulty, please feel free to ask. I'll try to answer as quickly as I could.

Note:
1. To get the backlinks, just use Name / URL on the available options.
2. Use language in accordance with our culture, not rude, mocking, etc.
3. NO SPAM. SPAM comments will be deleted and I will not be displayed.

Regards,
Hendra Yulisman

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Share

Choose Your Background

Subscribe

Get Cool Information daily
 
 FB

Receive all updates via Your Facebook. Just Click the Like Button Below

You can also receive Free Email Updates:

About Me

Foto Saya
“Berkatalah sesuka hatimu untuk menghina kehormatanku, maka diamku dari orang hina adalah suatu jawaban. Bukanlah artinya aku tiada memiliki jawaban, tetap tidak pantas bagi seekor singa melayani karena anjing-anjing”.

My Community, Join With Us

 
 

Privacy

Creative Commons License
Sky of Shiroi Kiba by Hendra Yulisman is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 Unported License.
Based on a work at shiroi-kiba.blogspot.com.
Permissions beyond the scope of this license may be available at http://shiroi-kiba.blogspot.com/p/tentang-saya.html.

DMCA.com

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Modified by Sky of Shiroi Kiba | Powered by Blogger

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh |Modified by Sky of Shiroi Kiba | Powered by Blogger